post Category: Good Editing — admin @ 8:13 am — post

Editor pemerolehan yang merupakan padanan dari acquiring editor adalah sebuah harapan bagi penerbit guna meniscayakan ketersediaan naskah. Naskah merupakan bahan baku utama dalam proses penerbitan dan sumbernya adalah para penulis serta pengarang. Karena itu, beberapa penerbit yang berorientasi pada jangka panjang membentuk Bank Naskah sebagai lembaga stok naskah.
Sebegitu susahkah naskah dicari sehingga diperlukan komitmen dan kerja khusus untuk mendapatkannya? Mari kita tilik empat usaha penerbit dalam mendapatkan naskah.
1. Usaha pasif yaitu usaha menunggu kiriman naskah dari penulis/pengarang. Naskah yang diterima biasa disebut unsolicited atau naskah yang tidak direncanakan terbit.
2. Usaha aktif yaitu usaha mencari dan menelusuri sumber-sumber naskah secara langsung. Naskah yang diterima biasa disebut solicited atau naskah yang sudah direncanakan sebelumnya.
3. Work-Made-for-Hire yaitu usaha mengadakan naskah dengan melibatkan internal penerbit, misalnya editor yang diminta untuk menulis topic tertentu.
4. Usaha penerjemahan yaitu usaha mengalihbahasakan buku-buku yang sudah terbit di luar negeri.
Usaha pertama sudah banyak ditinggalkan oleh beberapa penerbit besar karena pasif menunggu tidak menjamin bisa memperoleh naskah yang diharapkan. Kerapkali naskah yang datang secara tidak diundang adalah naskah-naskah “sampah” yang malah merepotkan redaksi untuk mengembalikannya.
Usaha kedua dan seterusnya adalah usaha yang kini paling relevan untuk dilakukan di tengah ketatnya persaingan mendapatkan naskah antarpenerbit. Untuk itu, penerbit yang proaktif mendapatkan naskah memerlukan kerja seorang editor pemerolehan atau acquiring editor.
Dalam hal ini seorang acquiring editor memang harus berjibaku memenuhi target kuantitas pemerolehan naskah. Seorang editor pemerolehan haruslah seseorang yang peka terhadap tren dan kecenderungan, punya naluri seperti detektif atau wartawan, dan memiliki jaringan luas. Dengan demikian, ia bisa bergerak lincah setiap hari menelusuri sumber-sumber naskah yang tersembunyi.
Berikut adalah jaringan pengadaan naskah yang perlu dikuasai oleh seorang editor pemerolehan:
1. jaringan selebritis untuk mendapatkan naskah biografi, autobiografi, refleksi, maupun keterampilan hidup;
2. jaringan pejabat publik untuk mendapatkan naskah biografi, autobiografi, kebijakan publik, refleksi;
3. jaringan akademisi untuk mendapatkan naskah buku teks, pendidikan, biografi, autobiografi, penelitian;
4. jaringan jurnalis/media massa untuk mendapatkan naskah informasi, peristiwa, pengetahuan praktis, ataupun keterampilan hidup;
5. jaringan profesional untuk mendapatkan naskah motivasi, kepemimpinan, manajemen, pengalaman, dan keterampilan hidup.
6. jaringan pengusaha untuk mendapatkan naskah kiat, entrepreneurship.
7. jaringan intelektual/cendekiawan untuk mendapatkan naskah refleksi, biografi, autobiografi, penelitian, dan pendapat.
8. jaringan rohaniawan untuk mendapatkan naskah spiritual, pencerahan, biografi, autobiografi.
9. jaringan sastrawan untuk mendapatkan naskah puisi, novel, cerpen, dan drama.

Untuk menguasai jaringan tersebut, seorang editor pemerolehan harus proaktif menguasai berbagai sumber-sumber informasi seperti berikut ini:
1. media massa cetak yang harus dibaca setiap hari yang meliputi koran nasional serta majalah berita ataupun majalah spesifik yang relevan;
2. internet dengan mengunjungi situs-situs yang relevan serta juga ikut dalam milist-milist relevan atau juga mengadakan situs maupun blog sendiri;
3. buku-buku best seller ataupun buku-buku karya penulis yang akan diincar untuk dimintai naskah;
4. katalog-katalog penerbit, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri;
5. seminar/pelatihan/lokakarya yang pantas untuk diikuti guna memburu para narasumber untuk menulis naskah.

Cara kerja proaktif ini memerlukan perencanaan yang matang dari seorang editor pemerolehan. Sebuah perencanaan pengadaan naskah hendaknya diikuti dengan GAGASAN TOPIK/JUDUL, PROFIL NARASUMBER YANG TEPAT, PROFIL PENULIS PENDAMPING (APABILA DIBUTUHKAN), serta MOMENTUM PENERBITAN.
Dalam hal ini seorang editor pemerolehan juga mutlak harus memahami:
1. jenis-jenis naskah, yaitu fiksi, nonfiksi, dan faksi;
2. jenis-jenis kerangka (outline), yaitu tahapan, butiran, aliran, dan tanya-jawab.
***
Kriteria seperti yang disebutkan sebelumnya memang tidak gampang dilakoni seorang editor pemula. Akan tetapi, bukan sesuatu yang juga tidak bisa dikuasai. Kegigihan seorang editor untuk mau belajar dan berusaha adalah kunci bagi peningkatan profesionalitasnya di samping juga kunci bagi kesuksesan penerbit. Karena itu, penerbit yang serius mestinya menginvestasikan modal untuk peningkatan profesionalitas editor lewat pembinaan, pelatihan, dan pengarahan. Di sisi lain, editor yang serius juga harus berani mengajukan diri sebagai orang yang pantas menjadi kader penerbitan masa mendatang.

Bambang Trim
praktisi perbukuan nasional
————————————————————–
Ikuti Training “Tidak Biasa” bersama Bambang Trim
The Fundamental of Book Editing Training, pada 3 Juni 2008, di Hotel Alia, Cikini, Jakarta
Rp500rb/orang; early bird Rp450rb sebelum 20 Mei 2008
Informasi: Yulia (081394143685); Irma (081320200363)

Sorry, no comments yet.

Write Your Comment

Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs will be generated automatically.

You should have a name, right? 
Your email address, I promised I won't tell it to anyone. 
If you have a web site or blog, you can type the URL right here. 
This is where you type your comments. 
Remember my information for the next time I visit.