post Category: Good Writing — admin @ 7:00 am — post

Tidak salah memang apabila adalah pendapat bahwa menulis itu gampang, bahkan menulis buku sekalipun. Terkadang dengan berbagai metode, seorang penulis yang kadang juga baru menulis satu-dua judul buku dan itu pun bukan menjadi buku yang laris atau best seller, berani membuat training menulis buku dan mengatakan bahwa menulis itu gampang–self-publishing itu juga mudah.

Saya walaupun masih terbilang baru, mulai menulis buku sejak 1994 berupa buku pelajaran pesanan dari seorang makelar. Lalu, di penerbit tempat saya bekerja, saya pun mulai menulis buku anak Islami. Akhirnya, sebuah proses panjang saya lalui untuk bisa menulis buku yang bagus dan tentunya diminati banyak orang. Alhamdulillah, kini saya telah menulis lebih dari 70 judul buku. Saya tidak bisa menyebutkan angka spesifik karena dokumentasi yang boleh dibilang tidak rapi. Beberapa portofolio tulisan saya dalam bentuk artikel maupun buku ada yang hilang dan kadang-kadang perlu diingat-ingat juga.

Nah, satu yang saya ingat ketika tejadi euforia reformasi, saya sempat menyusun buku yang didokumentasikan dari berbagai liputan media massa. Saya belajar banyak tentang hal ini dari Idi Subandy Ibrahim–spesialis menulis buku atau menyunting buku dengan cara republishing article. Buku yang saya buat berjudul “Para Tokoh di Balik Reformasi: Lokomotif itu Bernama Amien Rais” dan “Para Tokoh di Balik Reformasi: Merintis Jalan Kritis”. Ketika menulis buku ini, saya membaca ratusan artikel dan liputan media, berbagai buku politik dan biografi–sebuah kerja panjang yang melelahkan untuk buku hanya seukuran saku. Buku ini lumayan laku.

Sewaktu kali pertama mendirikan MQ Publishing, saya langsung ngebut dengan gagasan optimalisasi brand image Aa Gym. Jadilah kemudian buku Aa Gym Apa Adanya: Sebuah Qolbugrafi ( judul Aa Gym Apa Adanya langsung dari Aa dan Sebuah Qolbugrafi saya yang memberikannya). Mulai saya merancang sebuah biografi praktis yang diilhami dari biografi Muhammad Ali. Jadilah kemudian buku tersebut menyodok pasar dengan angka penjualan lebih dari 120 ribu eksemplar. Buku ini pun diikuti dengan dua buku lain, yaitu Jagalah Hati: Step by Step Manajemen Qolbu dan Welcome to DT. Saya memang tidak pernah mengatakan bahwa buku Jagalah Hati hampir murni digagas dan ditulis seratus persen oleh saya ditambah gagasan Aa Gym yang sempat tersebar di beberapa buku. Saya coba merancang MQ sebagai sebuah sistem yang bisa dikomunikasi secara langkah demi langkah. Alhasil, buku tersebut pun laku keras, terutama karena digunakan sebagai buku wajib pelatihan MQ.

Selama tiga tahun saya mencoba menulis dari 1991-1993, selama itu pula tulisan saya ditolak oleh penerbit. Saya merasakan perjuangan luar biasa untuk bisa menarik perhatian penerbit, belajar dari para senior, membaca berbagai literatur menulis, hingga mengikuti pelatihan jurnalistik. Dalam pelatihan jurnalistik, saya tahu begitu banyak jenis tulisan. Teori yang dijejalkan juga banyak sehingga sebenarnya banyak orang yang bingung ketika mulai menulis. Mereka mau menulis apa? Artikel, feature, berita, esai, atau resensi?

Jikalau hendak melatih kemampuan menulis, ingatlah hal-hal taktis. Menulis tidak gampang karena kalau gampang, banyak sebenarnya orang bisa menulis dalam sekali tepuk. Menulis perlu berpikir taktis. Apa yang saya lalui selama tiga tahun, tidak perlu Anda ikuti pula. Anda tinggal menyerap pengalaman menulis saya atau orang lain sehingga terdapat short-cut (jalan pintas) untuk Anda lalui. Apa yang penting adalah berpikir taktis bagaimana keterampilan menulis bisa dikuasai.

Karena itu, saya pun membuat kerangka taktis menulis yaitu prewriting-writing-postwriting. Dalam menulis buku saya buat kerangka taktis H24H sehingga Anda bisa cepat menguasai dan paham; bukan gampang menulis dan selamanya justru tidak bisa menulis.

Tahap awal yang saya pentingkan adalah taktis dalam menstimulus gagasan karena gagasanlah yang menjadi titik tolak kita menulis. Lalu, taktis dalam memetakan gagasan dengan mengambil contoh metode mind mapping dari Tony Buzan. Saya juga mengadopsi teknik hypnotic writing-nya Joe Vitalae sehingga jadilah Anda menstimulus gagasan dengan menggunakan 5 panca indera + intuisi sebagai indera keenam.

Pelatihan menulis hanya sebuah wahana atau kendaraan. Kendaraan tanpa BBM tidak akan melaju. Karena itu, Anda perlu motivasi dari dalam diri dan orang lain sehingga bisa menjadi BBM. Tujuan dan niat menjadi oli yang melancarkan pergerakan mesin gagasan. Akan semakin jelas ketika kendaraan Anda dilengkapi dengan GPS (global positioning system) untuk menunjukkan arah. GPS ini saya berikan dalam bentuk akses dan peta penerbitan buku di Indonesia. Dengan pengalaman mendirikan beberapa penerbit, pernah mendirikan self-publishing, dan juga mengkonsultani beberapa penerbit, saya insya Allah bisa berbagi kepada Anda tentang isi perut penerbit tanpa mengira-ngira.

Terakhir, kalau kita berkendaraan dan ingin sukses, kuasai rambu-rambu dan belajarlah pada ahlinya. Adalah penting mendapatkan informasi yang benar soal seluk-beluk penulisan buku karena Anda berharap buku Anda berada pada jalan yang benar bukan sekadar terbit. Rambu-rambu yang penting Anda ketahui adalah sistem akuisisi naskah di penerbit, soal hak cipta atau hak kekayaan intelektual, dan juga perjanjian penerbitan. Jangan sampai Anda mendapat informasi keliru mengenai penerbit, editor, ataupun agen naskah (literary agent) karena dunia buku memang seolah tersamar.

Jadi, jangan terlalu senang dengan yang gampang. Carilah yang taktis dan praktis agar Anda bisa menemukan jalan pintas untuk menulis. Semoga sukses!

written by Bambang Trim, August 2008 

Bambang Trim’s Inspiring Training:

  • Menulis Buku untuk Orang Awam
  • Editor Profesional
  • H24H: Professional Book Writing (23-24 Agustus 2008)
  • Professional Text Book Writing
  • Powerfull Book Publishing
  • Editor Prosional Tingkat Lanjut
  • dsb.

Sorry, no comments yet.

Write Your Comment

Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs will be generated automatically.

You should have a name, right? 
Your email address, I promised I won't tell it to anyone. 
If you have a web site or blog, you can type the URL right here. 
This is where you type your comments. 
Remember my information for the next time I visit.