Berapa penghasilan seorang penulis buku? Apakah royalti cukup menjanjikan untuk sekadar hidup di bawah GARIS KEKAYAAN? Apakah benar ada orang yang kaya dari menulis buku?
Kalau sudah ada buktinya, mengapa ragu untuk menulis buku? Menulis bukanlah pekerjaan. Menulis adalah bisnis. Jika Anda punya hasrat, minat, dan cinta terhadap menulis, tampaknya Anda memang layak untuk mendapatkan begitu banyak benefit dari menulis.
Tung Desem Waringin menyebut contoh paling gampang passive income adalah menulis buku. Bahkan, faktor kali dalam menulis buku bisa begitu hebat, seperti menjadi dapat undangan seminar/training, mendapat side job lain.
Dalam konteks bisnis menulis inilah saya telah memperoleh bayaran lebih dari 200 ribu untuk satu halaman A4 berspasi 1,5. Pesanan ini diperoleh dari perseorangan dan sang tokoh bukanlah seorang pejabat, hanya pebisnis. Saya menulis buku yang lebih dari 200 halaman sehingga total nilai bisnis ini adalah lebih dari 40 juta rupiah. Buku 200 halaman jika kita break down dapat dikerjakan secara optimal antara 3 minggu hingga 4 minggu. Paling banter dapat dikerjakan sempurna 1,5 bulan. Bayangkan dalam 1,5 bulan Anda bisa mencapai penghasilan puluhan juta. Writing is a business, not a job!
Dalam waktu yang hampir bersamaan, saya pun menerima pesanan dari sebuah lembaga asuransi syariah dengan nilai per halaman di atas 99 ribu rupiah untuk buku antara 200-300 halaman. Inilah bisnis menyenangkan yang bisa dikerjakan di rumah hanya bermodalkan PC, printer, dan jaringan internet sambil berkain sarung dan menyeruput kopi–menikmati alunan lagu sayup-sayup dari radio kesayangan.
Bagi saya ini adalah pekerjaan profesional … an extraordinary life with writing and publishing.
Anda ingin saya berbagi lebih banyak soal menulis buku? Ada 3 cara yang bisa Anda lakukan.
1) kunjungi website saya di www.bambangtrim.com;
2) ikuti training menulis buku yang terdekat pada 9 Juli 2008, di Hotel Alia Cikini, Jakarta dan pada 12 Juli 2008, di Hotel Sawunggaling, Bandung bertajuk MENULIS BUKU UNTUK ORANG AWAM, Angkatan II dan III;
3) ikuti training 2 hari H24H (Hanya 24 Halaman) dengan output buku 24 halaman pada 23-24 Agustus di Hotel Telaga Sari, Lembang, Bandung
Namun, menulis buku bukan persoalan materi belaka ataupun passive income, melainkan lebih dari itu adalah persoalan aktualisasi diri dan menebarkan benih-benih pemikiran. Anda memang bisa hidup dari menulis dan tetap ‘hidup’ dengan menulis.
Sampai bertemu, salam
Bambang Trim
www.bambangtrim.com
July 3, 2008
Horaayy..there are 4 comment(s) for me so far ;)
P’Bambang Yth,
Info detail training “2H-24H” bisa didapat dimana, ya?
Thk.
Info training H24H bisa kontak Trimcomm di 022-6641607
atau Irma (081320200363)
Dengan hormat, Mas, saya juga sangat ingin menulis sebuah buku. Saat ini saya sedang mencoba menulis sebuah buku telekomunikasi tentang antena parabola, hanya saja mandeg. Adakah training menulis jarak jauh?
Salam Mas Dwi,
menulis harus lurus dengan niatnya sehingga bisa diselesaikan yang tertunda dengan tuntas. Sampai saat ini saya belum merancang training menulis jarak jauh. Tampaknya saya harus review dulu efektivitasnya. Terima kasih.